PANJANG USUS SAPI 30 KALI PANJANG TUBUHNYA!

Panjang usus (intestine) sapi ternyata 30 kali panjang tubuhnya! wow..bisa sampai 4o meter. Bagi orang yang kebetulan bekerja di RPH (rumah potong hewan), atau yang sehari-harinya berkutat dengan jualan daging sapi, mungkin tidak mengherankan dengan pernyataan di atas.

Dari panjangnya kita sudah bisa bayangkan, begitu kompleks proses pencernaan yang terjadi di sepanjang usus (intestine) tersebut.

Oke…supaya pembaca tidak penasaran, mari kita buktikan!

Intestine (usus) terdiri atas 3 bagian, yaitu duodenum, jejenum dan ilium. Panjang intestine pada sapi 22 -30 kali panjang tubuhnya. Duodenum merupakan kelanjutan dari abomasum. Digesta yang masuk ke dalam duodenum mengalami pencampuran  dengan hasil sekresi dari duodenum itu sendiri, hati, dan pankreas. Kelenjar duodenum menghasilkan cairan alkalin yang berguna sebagai pelumas dan melindungi dinding duodenum dari asam hidrokhlorat yang masuk dari abomasum. Proses penyerapan terutama terjadi di  jejunum dan ilium.

Pada ujung duodenum terdapat kelenjar  empedu dan pankreas. Kelenjar empedu menghasilkan  cairan yang berisi garam sodium dan potasium dari asam empedu, terutama asam-asam taurokholat dan glikokholat. Garam-garam ini berfungsi mengaktifkan enzim lipase yang dihasilkan oleh pankreas dan mengemulsikan lemak digesta sehingga mudah diserap lewat  dinding usus. Kelenjar empedu juga menghasilkan biliburin dan biliverdin yang memberi warna pada feses dan urine.

Kelenjar pankreas menghasilkan  cairan enzim  yang berfungsi menetralisir  ingesta asam dari lambung. Ketika asam memasuki duodenum, hormon sekretin dilepaskan dari epithelium usus halus ke dalam darah. Ketika mencapai pankreas, hormon tersebut merangsang sel-sel pankreas untuk mensekresikan cairan berisi ion-ion bikarbonat berkonsentrasi tinggi tetapi hanya sedikit mengandung enzim.

Pemecahan lemak terjadi karena adanya enzim lipase. Enzim ini tidak sepenuhnya menghidrolisa triasilgliserol, dan aktivitasnya berhenti pada tahapan monoasilgliserol. Lemak makanan meninggalkan lambung dalam bentuk globula yang relatif besar sehingga sulit untuk dihidrolisa secara cepat. Hidrolisis lemak dibantu oleh emulsifikasi yang dilakukan oleh garam-garam empedu.

Dikutip dari berbagai sumber.

sumber gambar : duniasapi.com

oleh:

Nurulhazan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: