PEMELIHARAAN INDUK BUNTING

Dalam kamus peternakan induk bunting adalah seekor ternak betina yang berada pada fase kebuntinga,baik trimester I, II maupun trimester ke III.

Sementara kebuntingan sendiri adalah “suatu kondisi biofisiologis ternak betina yang dimulai pada saat terjadinya konsepsi sampai dengan partus”.

Suatu usaha ternak sapi perah, akan berhasil jika peternak memperhatikan manajemen pemeliharaan ternak secara umum, dan manajemen pemeliharaan induk bunting secara khusus.

Di postingan kali ini aku coba sharing tentang manajemen induk bunting, yang ku tulis berdasarkan pengalaman ku sewaktu praktek lapangan di PT.Cijanggel.

1. Pemeliharaan Induk Bunting

a. Makanan harus mengandung Ca dan P yang cukup untuk pertumbuhan
janin serta dengan SK minimum 13 %.
b. Tempatkan induk bunting pada kandang individual.
c. Lakukan Exsercise dengan jalan-jalan di padang gembala sekitar 2 jam/hari.
d. Berikan makanan penguat menjelang induk beranak, untuk :

-pembentukan ambing, khususnya untuk sapi dara
-pembentukan colustrum
-berpengaruh pada produksi susu masa laktasi yang akan datang

e. Pemerahan harus dihentikan 1½ – 2 bulan setelah melahirkan
(sapi kering) dengan tujuan :
-Mengembalikan kondisi tubuh atau memberikan istirahat pada sapi
agar produksi yang akan datang baik
-Mengisi kembali kebutuhan vitamin-vitamin dan mineral-mineral
setelah laktasi sehingga sapi tetap sehat.
-Menjamin pertumbuhan fetus dalam kandungan
Semoga bermanfaat.
Sumber gambar :
By/Nurulhazan
Pemerhati dunia peternakan

Satu Tanggapan

  1. […] PEMELIHARAAN INDUK BUNTING […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: