Spesifikasi Sapi Perah Ideal

Pembibitan sapi perah saat ini masih berbasis pada peternakan rakyat yang berciri :

  • skala usaha kecil
  • manajemen sederhana
  • pemanfaatan teknologi seadanya
  • lokasi tidak terkonsentrasi dan belum menerapkan sistem dan usaha agribisnis

Kebijakan pengembangan usaha pembibitan sapi perah idealnya diarahkan pada suatu kawasan, baik kawasan khusus maupun terintegrasi dengan komoditi lainnya serta terkonsentrasi di suatu wilayah untuk mempermudah pembinaan, bimbingan, dan pengawasan dalam pengembangan usaha pembibitan sapi perah yang baik (Good breeding practice).

Standarisasi bibit sapi kredit usaha pembibitan sapi atau disebut KUPS dapat membantu dalam proses pengadaan sapi tersebut, tentunya dengan jaminan kualitas (By, Rochadi Tawaf. 14 maret 2010).

Secara umum, sapi perah merupakan penghasil susu yang sangat dominan dibanding ternak perah lainnya. Salah satu bangsa sapi perah yang terkenal adalah Sapi perah Fries Holland (FH). Sapi ini berasal dari Eropa, yaitu Belanda (Nederland), tepatnya di Provinsi Holland Utara dan Friesian Barat, sehingga sapi bangsa ini memiliki nama resmi Fries Holland dan sering disebut Holstein atau Friesian saja (Foley, dkk., 1973; Williamson dan Payne. 1993).

Sapi FH mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jenis sapi lainnya yaitu :

  • Bulunya berwarna hitam dengan bercak putih
  • Bulu ujung ekor berwarna putih
  • Bulu bagian bawah dari carpus (bagian kaki) berwarna putih atau hitam dari atas turun ke bawah
  • Mempunyai ambing yang kuat dan besar
  • Kepala panjang dan sempit dengan tanduk pendek dan menjurus ke depan.
  • Pada jenis Brown Holstein, bulunya berwarna cokelat atau merah dengan putih (Foley dkk., 1973; Ensminger, 1980; dan Makin dkk., 1980)

Sapi FH merupakan jenis sapi perah dengan kemampuan produksi susu tertinggi dengan kadar lemak lebih rendah dibandingkan bangsa sapi perah lainya. Produksi susu sapi perah FH di negara asalnya mencapai 6000-8000 kg//ekor/laktasi, di Inggris sekitar 35% dari total populasi sapi perah dapat mencapai 8069 kg/ekor/laktasi (Arbel dkk., 2001).

Artikel Terkait :

Dirangkum dari berbagai sumber.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: